كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ ASNUTER NGAWI menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Selasa, 08 Januari 2013

Ulama Membantah Ibni Taimiyyah


Ulama Membantah Ibni Taimiyyah

Ibn Taimiyah (w 728 H), sosok kontroversial, telah dibantah segala kesesatannya oleh berbagai lapisan ulama dari empat madzhab; ulama madzhab Syafi’i, ulama madzhab Hanafi, ulama madzhab Maliki, dan oleh para ulama madzhab Hanbali. Bantahan-bantahan tersebut datang dari mereka yang hidup dengan Ibn Taimiyah sendiri maupun dari mereka yang datang setelahnya. Berikut ini adalah di antara nama-nama mereka dengan beberapa karyanya masing-masing :

al-Qadli al-Mufassir Badruddin Muhammad ibn Ibrahim ibn Jama’ah asy-Syafi’i (w 733 H).
al-Qadli ibn Muhammad al-Hariri al-Anshari al-Hanafi.
al-Qadli Muhammad ibn Abi Bakr al-Maliki.
al-Qadli Ahmad ibn ‘Umar al-Maqdisi al-Hanbali.
Ibn Taimiyah di masa hidupnya dipenjarakan karena kesesatannya hingga meninggal di dalam penjara tersebut dengan rekomedasi fatwa dari para hakim ulama empat madzhab ini. Yaitu pada tahun 726 H. Lihat peristiwa ini dalam kitab ‘Uyun at-Tawarikh karya Imam al-Kutbi, dan dalam kitab Najm al-Muhtadi Fi Rajm al-Mu’tadi karya Imam Ibn al-Mu’allim al-Qurasyi.

asy-Syaikh Shaleh ibn ‘Abdillah al-Batha’ihi, Syaikh al-Munaibi’ ar-Rifa’i. salah seorang ulama terkemuka yang telah menetap di Damaskus (w 707 H).
asy-Syaikh Kamaluddin Muhammad ibn Abi al-Hasan ‘Ali as-Sarraj ar-Rifa’i al-Qurasyi asy-Syafi’i. salah seorang ulama terkemuka yang hidup semasa dengan Ibn Taimiyah sendiri.
* Tuffah al-Arwah Wa Fattah al-Arbah

al-Faqih al-Mutakallim, ahli tasawwuf terkemuka di masanya, asy-Syaikh Tajuddin Ahmad ibn ibn ‘Athaillah al-Iskandari asy-Syadzili (w 709 H).
Pimpinan para hakim (Qadli al-Qudlat) di seluruh wilayah negara Mesir, asy-Syaikh Ahmad ibn Ibrahim as-Suruji al-Hanafi (w 710 H).
* I’tiradlat ‘Ala Ibn Taimiyah Fi ‘Ilm al-Kalam.

Pimpinan para hakim madzhab Maliki di seluruh wilayah negara Mesir, asy-Syaikh ‘Ali ibn Makhluf (w 718 H). Di antara pernyataannya sebagai berikut: “Ibn Taimiyah adalah orang yang berkeyakinan tajsim, dan dalam keyakinan kita barang siapa berkeyakinan semacam ini maka ia telah menjadi kafir yang wajib dibunuh”.
asy-Syaikh al-Faqih ‘Ali ibn Ya’qub al-Bakri (w 724 H). Ketika suatu waktu Ibn Taimiyah masuk wilayah Mesir, asy-Syaikh ‘Ali ibn Ya’qub ini adalah salah seorang ulama terkemuka yang menentang dan memerangi berbagai faham sesatnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar